Tampilkan postingan dengan label Sejarah Hidup Muhammad SAW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Hidup Muhammad SAW. Tampilkan semua postingan

Sejarah Hidup Muhammad SAW (16) : Baiat Aqabah

Permusuhan Quraisy terhadap Muhammad SAW dan kaum Muslimin semakin keras. Rasanya tak ada lagi harapan bagi Rasulullah untuk mendapat dukungan kabilah-kabilah sesudah mereka menolaknya dengan cara yang tidak baik. Rasulullah merasa bahwa tiada seorang pun dari Quraisy yang dapat diharapkan diajak kepada kebenaran.

Sejarah Hidup Muhammad SAW (15) : Isra’ dan Mikraj


Malam itu Muhammad SAW sedang berada di rumah saudara sepupunya, Hindun, putri Abu Thalib yang dipanggil Ummu Hani'.


Ketika itu Hindun berkata, "Malam itu Rasulullah bermalam di rumah saya. Selesai shalat akhir malam, ia tidur dan kami pun tidur. Pada waktu sebelum fajar, Rasulullah sudah membangunkan kami. Sesudah melakukan ibadah pagi bersama-sama kami, ia berkata, 'Ummu Hani', aku sudah shalat akhir malam bersama kamu sekalian seperti yang kau lihat di lembah ini. Kemudian aku ke Baitul Maqdis (Yerusalem) dan shalat di sana. Sekarang aku shalat siang bersama-sama kamu seperti kau lihat.' Kataku, 'Rasulullah, janganlah ceritakan hal ini kepada orang lain. Orang akan mendustakan dan mengganggumu lagi!' Rasulullah menjawab, 'Tapi aku harus menceritakan kepada mereka."

Sejarah Hidup Muhammad SAW (14) : Tahun Duka Cita

Beberapa bulan setelah pencabutan blokade, secara tiba-tiba sekali dalam satu tahun saja, Nabi SAW didera duka cita yang sangat mendalam, yakni kematian Abu Thalib dan Khadijah secara berturut-turut.


Waktu itu Abu Thalib sudah berusia delapan puluh tahun lebih. Setelah Quraisy mengetahui ia dalam keadaan sakit yang akan merupakan akhir hayatnya, mereka merasa khawatir dengan apa yang bakal terjadi nanti antara mereka dengan Muhammad dan para sahabatnya. Apalagi setelah ada Hamzah dan Umar yang terkenal garang dan keras.

Sejarah Hidup Muhammad SAW (13) : Berakhirnya Blokade


Selama tiga tahun berturut-turut piagam yang dibuat pihak Quraisy untuk memboikot Muhammad dan mengepung kaum Muslimin itu tetap berlaku. Pada saat itu Rasulullah dan keluarga serta sahabat-sahabatnya sudah mengungsi ke celah-celah gunung di luar kota Makkah, dengan mengalami pelbagai macam penderitaan. Sehingga untuk mendapatkan bahan makanan sekadar menahan rasa lapar pun tidak ada.

Sejarah Hidup Muhammad SAW (12) : Pemboikotan dan Propaganda


Berimannya Umar telah mendatangkan kelemahan dalam tubuh Quraisy, karena ia masuk agama ini dengan semangat yang sama seperti ketika ia menentangnya dahulu. Umar masuk Islam tidak sembunyi-sembunyi, malah terang-terangan diumumkan di depan orang banyak dan untuk itu ia bersedia melawan mereka.

Sejarah Hidup Muhammad SAW (11) : Ketika Umar Berislam


Waktu itu Umar bin Khathab adalah pemuda yang gagah perkasa, berusia antara tiga puluh dan tiga puluh lima tahun. Tubuhnya kuat dan tegap, penuh emosi dan cepat naik darah. Kesenangannya berfoya-foya dan minum-minuman keras. Namun terhadap keluarga ia bijaksana dan lemah-lembut. Dari kalangan Quraisy dialah yang paling keras memusuhi kaum Muslimin.

Sejarah Hidup Muhammad SAW (10) : Raja yang Bijak


Kedua orang utusan itu adalah Amr bin Ash dan Abdullah bin Abi Rabiah. Kepada Najasyi dan para pembesar istana mereka mempersembahkan hadiah-hadiah dengan maksud agar mereka sudi mengembalikan orang-orang yang hijrah dari Makkah itu.

"Paduka Raja," kata mereka, "Penduduk Makkah yang datang ke negeri paduka ini adalah budak-budak kami yang tidak punya malu. Mereka meninggalkan agama bangsanya dan tidak pula menganut agama paduka. Mereka membawa agama yang mereka ciptakan sendiri, yang tidak kami kenal dan tidak juga paduka. Kami diutus kepada paduka oleh pemimpin-pemimpin mereka, oleh orang-orang tua, paman mereka dan keluarga mereka sendiri, supaya paduka sudi mengembalikan orang-orang itu."

Sejarah Hidup Muhammad SAW (9) : Hijrah yang Pertama


Sikap dan kata-kata keponakannya itu oleh Abu Thalib disampaikan kepada Bani Hasyim dan Bani Muthalib. Dimintanya supaya Muhammad dilindungi dari tindakan Quraisy. Mereka semua menerima usul ini, kecuali Abu Lahab. Ia terang-terangan menyatakan permusuhannya. Abu Lahab menggabungkan diri dengan pihak lawan.

Periode yang dilalui Muhammad SAW ini adalah periode paling dahsyat yang pernah dialami oleh sejarah umat manusia. Baik Muhammad atau mereka yang menjadi pengikutnya, bukanlah orang-orang yang menuntut harta kekayaan, kedudukan atau kekuasaan, melainkan orang-orang yang menuntut kebenaran.

Sejarah Hidup Muhammad SAW (8) : Pembelaan Sang Paman


Abu Lahab, Abu Sufyan dan bangsawan-bangsawan Quraisy terkemuka lainnya, mulai merasakan bahwa ajaran Muhammad itu merupakan bahaya besar bagi kedudukan mereka. Mereka menyerang Rasulullah dengan cara mendiskreditkan dan mendustakan risalah kenabian beliau.

Sejarah Hidup Muhammad SAW (7) : Para Muslim Pelopor




Ali adalah anak pertama yang menerima Islam. Kemudian Zaid bin Haritsah, bekas budak Nabi. Dengan demikian Islam masih terbatas hanya dalam lingkungan keluarga Rasulullah: beliau sendiri, isterinya, keponakannya dan bekas budaknya.

Pada waktu itu, Abu Bakar bin Abi Quhafah dari kabilah Taim adalah teman akrab Nabi SAW. Abu Bakar senang sekali kepadanya, karena sudah diketahuinya Muhammad sebagai orang yang bersih, jujur dan dapat dipercaya. Oleh karena itu, Abu Bakar adalah orang dewasa pertama yang diajaknya menyembah Allah Yang Esa dan meninggalkan penyembahan berhala.

Sejarah Hidup Muhammad SAW (6) : Sang Nabi Terakhir


Khadijah pergi menjumpai saudara sepupunya, Waraqah bin Naufal. Waraqah adalah seorang penganut agama Nasrani yang sudah mengenal Injil dan sudah pula menerjemahkannya sebagian ke dalam bahasa Arab. Khadijah menuturkan apa yang dilihat dan didengar Muhammad.

Waraqah menekur sebentar, kemudian berkata, "Maha Kudus Ia, Maha Kudus. Demi Dia yang memegang hidup Waraqah. Khadijah, percayalah! Dia telah menerima Namus Besar seperti yang pernah diterima Musa. Dan sungguh dia adalah Nabi umat ini. Katakan kepadanya supaya tetap tabah!"

Sejarah Hidup Muhammad SAW (5) : Pendamai Kaum Quraisy


Dari pernikahannya dengan Khadijah, ia memperoleh beberapa orang anak, laki-laki dan perempuan. Kematian kedua anaknya, Al-Qasim dan Abdullah menimbulkan kedukaan yang begitu dalam. Anak-anaknya yang masih hidup semua perempuan.

Muhammad yang telah mendapat karunia Tuhan dalam perkawinannya dengan Khadijah, berada dalam kedudukan tinggi dan harta yang cukup. Seluruh penduduk Makkah memandangnya dengan rasa kagum dan hormat. Bicaranya sedikit, ia lebih banyak mendengarkan. Bila bicara selalu bersungguh-sungguh, tapi sungguhpun begitu, ia tidak melupakan ikut membuat humor dan bersenda-gurau. Tapi yang dikatakannya itu selalu yang sebenarnya.

Sejarah Hidup Muhammad SAW (4) : Pemilik Gelar Al-Amin


Muhammad tinggal dengan pamannya, menerima apa yang ada. Ia melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh mereka yang seusia dia. Bila tiba bulan-bulan suci, kadang ia tinggal di Makkah dengan keluarga, kadang pergi bersama mereka ke pasar-pasar yang berdekatan dengan Ukaz, Majanna dan Dzu'l Majaz, mendengarkan sajak-sajak yang dibawakan oleh penyair-penyair Mudhahhabat dan Mu'allaqat.

Sejarah Hidup Muhammad SAW (3) : Ditinggal Orang-Orang Terkasih


Lima tahun masa yang ditempuhnya itu telah memberikan kenangan yang indah dan kekal dalam jiwanya. Demikian juga Ibu Halimah dan keluarganya, tempat dia menumpahkan rasa kasih sayang dan hormat selama hidupnya itu.

Penduduk daerah itu pernah mengalami suatu masa paceklik sesudah perkawinan Muhammad dengan Khadijah. Bilamana Halimah kemudian mengunjunginya, sepulangnya ia dibekali dengan harta Khadijah berupa unta yang dimuati air dan empat puluh ekor kambing. Dan setiap dia datang dibentangkannya pakaiannya yang paling berharga untuk tempat duduk Ibu Halimah sebagai tanda penghormatan.

Sejarah Hidup Muhammad SAW (2) : Sang Calon Nabi



Dua tahun lagi anak itu tinggal di sahara, menikmati udara pedalaman yang jernih dan bebas, tidak terikat oleh sesuatu ikatan jiwa, juga tidak oleh ikatan materi.

Pada masa itu, sebelum usianya mencapai tiga tahun, ketika itulah terjadi cerita yang banyak dikisahkan orang. Yakni, bahwa sementara ia dengan saudaranya yang sebaya itu sedang berada di belakang rumah di luar pengawasan keluarganya, tiba-tiba anak Keluarga Sa'ad itu kembali pulang sambil berlari, dan berkata kepada ibu-bapaknya, "Saudaraku yang dari Quraisy itu telah diambil oleh dua orang laki-laki berbaju putih. Dia dibaringkan, perutnya dibedah, sambil di balik-balikkan."

Sejarah Hidup Muhammad SAW (1) : Terpuji Bagi Tuhan


Aminah pun hamil, dan kemudian, seperti wanita lain ia pun melahirkan. Selesai bersalin dikirimnya berita kepada Abdul Muthalib di Ka'bah, bahwa ia melahirkan seorang anak laki-laki.

Alangkah gembiranya orang tua itu setelah menerima berita. Sekaligus ia teringat kepada Abdullah anaknya. Gembira sekali hatinya karena ternyata pengganti anaknya sudah ada. Cepat-cepat ia menemui menantunya itu, diangkatnya bayi itu lalu dibawanya ke Ka'bah. Ia diberi nama Muhammad.